Kamis, 28 Oktober 2010

Berhentilah menangis Indonesiaku


yeppp..
pray for indonesia..
keep pray for my lovely country..

suasana pekat tiba-tiba
semua terasa berhenti
terdiam..ditempat..

aku tidak pernah menduga
mungkin tidak juga kau
detik-detik binasa baru saja terjadi
menyeruak di tengah kebahagiaan
menyingkirkan senyum serta tawa

lirih
satu kata itu
mengendap di bibir
terasa sakit di hati

cukup Tuhan..cukup
kami bersalah
dosa
kotor
hina
sombong
...ampun Tuhan

hentikan ini..
untuk mereka masa depan kami
ampuni kami..
untuk senyum yang lebih cerah di kemudian hari

tangis memang tak ada arti
dan sakit hanya kian menjadi
satu..hanya satu..
kesempatan..
waktu yang bergulir
biarkan kami perbaiki ini
biarkan..Tuhan

Indonesiaku berduka, entah untuk keberapa kalinya. Ibu pertiwiku kembali menangis. Tanah tumpah darahku kembali bergetar hebat, terguncang, tersedu sedan.

Banjir bandang Wasior, Letusan Gunung Merapi, Tsunami di Mentawai, serta gempa di Padang. Terjadi bersamaan, yaa, bersamaan. meninggalkan luka dan puing-puing kesedihannya juga dalam waktu yang bersamaan.

Sedih. Satu kata itu terus bergaung di penjuru negeri. Lantunan doa langsung terkirim, islam, kristen, katolik, hindu, budha semua terdiam dan hening sejenak, merangkai semua rasa simpati, meminta ampunan yang begitu dalam.

Ulurkanlah tangan, satukanlah jiwa, eratkan cita. Kita bisa kawan. Kita bisa perbaiki ini bersama-sama. Bangkitlah. Tuhan membuat kita terjatuh karena Tuhan ingin melihat kita berdiri tegak kembali. Bersatulah teman. Indonesia masih berdiri tegak. Negeri ini masih ada. Buktikanlah sahabat. Ini bukan hanya negeri pecundang. Tapi ini negeri penuh semangat. Semangat untuk kembali tersenyum pada dunia. Semangat untuk kembali berkibar semegah-megahnya bendera pusaka.

2 komentar:

  1. keren kak !!!
    maknanya dalem banget.
    aku merinding bacanya.
    apalagi puisinya..

    BalasHapus
  2. cukup Tuhan..cukup
    kami bersalah
    dosa
    kotor
    hina
    sombong
    ...ampun Tuhan



    itu dalem ._.

    BalasHapus